Salam....
Di kajian "Ayo Beragama dgn Benar" di bab ' Pencipta' hal 85.
Setelah diri ini dapat membuktikan keberadaan Tuhan dan Dia lah penyebab utama akan keberadaan diri ini.
Dengan melalui penelitian,penelaahan,perenungan dan pengkajian Dalam pembelajaran ilmu agama [ ngaji ] selama ini,maka diri ini bisa merasakan betapa lemahnya Diri ini. Yg tadinya nggak ada jadi ada ,hingga hadir lah Diri ini,dan ini mengarahkan diri ini akan ketergantungan kepada yg mengadakan .
Dari sinilah ditemukan sifat pencipta [ Sang kholik ] dan yg di cipta [ si makhluk ].
Sifat pencipta ini identik dgn Sebab Pengada ,sifat perbuatan yg di hubungkan ke makhluk.
Seluruh makhluk butuh kepada sang pencipta dan merupakan satu sisi hubungan penciptaan,antara yang di cipta dgn pencipta yg di sifati sbg makhluk,yaitu ciptaan dan yg di cipta.
Ada dua bagian makna ,penciptaan dan pewujudan .
Makna penciptaan mempunyai makna Keterbatasan yg lebih banyak karena obyek nya adalah wujud materi .
Lawan dari penciptaan adalah pewujudan dan ini di gunakan utk obyek yg abstrak dan non materi.
Dari hal itulah ,tindakan mencipta yg di lakukan Tuhan berbeda dgn tindakan mencipta yg di lakukan manusia,manusia perlu rancangan,perlu ide,perlu contoh,perlu gerak dan keterbatasan keterbatasan yg mendukungnya .
Penciptaan Tuhan tidaklah demikian. Tuhan suci dari gerak ,suci dari ide,suci dari wacana dan suci dari sifat sifat maujud materi itu. Karena itu semua tindakan makhlukNya .
Tuhan itu sempurna yg mustahil ada kekurangan ,yg tak bisa di jabarkan oleh akal.
Kalau diri ini meyakini penjelasan akal [ yg tanpa bimbingan ] tentang bagaimana Tuhan mencipta ,berarti diri ini tidak mengabdi kepada Tuhan yg sebenarnya,tapi mengabdi Kepada makhluk juga . Berarti menuhankan tuhan yang bukan Tuhan.
Sifat Fi'liyah yg di jelaskan itu merupakan kerjaan akal yg berupa konsep2 yg di peroleh dari berbagai hubungan yg terdapat antara Tuhan dan makhlukNya . Ada istilah bahasa pinjaman.
Dan dasar utk menilai dan memahami maksudnya adalah akal ini .
Bagaimana kalau akal ini tak di bimbing,ternyata akan liar ....
Bagaimana mengabdi ke Tuhan dgn akal yg liar , ternyata bisa diri ini rasakan....
Dalam Quran " tidak bingung Dan bersedih hati ketika ikut petunjukNya .
Kok diri masih bingung berarti tidak dalam petunjuk..
Dan " Maha Suci Allah dari segala apa yang yg di Sifatkan oleh mereka [ mereka yg tanpa bimbingan]
Apakah Tuhan punya tangan...
Apakah Tuhan punya muka....
Apakah Tuhan tinggi besar.....
Akal yg terbimbing mampu menjawab dgn benar .
Itu yg saya dapatkan utk bahan renungan diri.
🙏🏼

0 komentar:
Posting Komentar